UPDATE INFO PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Berita
Friday, 19 06 2026
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UBD mengajar BIPA untuk mahasiswa asing asal Mali di Direktorat Urusan Internasional UBD.
Palembang – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas
Bina Darma yang sedang melaksanakan program magang di Direktorat Urusan
Internasional Universitas Bina Darma mengadakan kegiatan pengajaran Bahasa
Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kepada mahasiswa asing yang berasal dari
Mali. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom sebagai
bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan dan pengenalan bahasa Indonesia
kepada masyarakat dunia.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa
magang berperan sebagai pengajar yang menyampaikan berbagai materi pembelajaran
bahasa Indonesia. Materi yang diberikan mencakup keterampilan menyimak,
berbicara, membaca, dan menulis, serta pengenalan budaya Indonesia yang
bertujuan untuk membantu peserta memahami penggunaan bahasa dalam kehidupan
sehari-hari. Pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi, praktik
percakapan, dan penggunaan media pembelajaran digital.
Program pengajaran BIPA ini
dilaksanakan selama masa magang mahasiswa pada tahun 2026 di bawah koordinasi
Direktorat Urusan Internasional Universitas Bina Darma. Meskipun pengajar dan
peserta berada di negara yang berbeda, proses pembelajaran tetap berjalan
dengan baik berkat pemanfaatan teknologi komunikasi melalui Zoom yang
memungkinkan interaksi secara langsung tanpa terhalang jarak.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk
membantu mahasiswa asal Mali mempelajari bahasa Indonesia sekaligus
memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta asing. Selain itu, program ini
juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia untuk mengaplikasikan
ilmu dan keterampilan mengajar yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam
situasi pembelajaran yang nyata.
Melalui pengalaman mengajar
tersebut, mahasiswa magang memperoleh manfaat berupa peningkatan kompetensi
pedagogik, kemampuan komunikasi internasional, serta pengalaman berinteraksi
dengan peserta didik yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Sementara
itu, mahasiswa asal Mali mendapatkan kesempatan untuk mempelajari bahasa
Indonesia secara langsung dari penutur asli sehingga dapat meningkatkan
kemampuan berkomunikasi mereka dalam bahasa Indonesia.
Kegiatan pengajaran BIPA ini
menunjukkan komitmen Universitas Bina Darma dalam mendukung program
internasionalisasi kampus serta memperluas peran bahasa Indonesia di tingkat
global. Melalui kolaborasi antara Direktorat Urusan Internasional dan mahasiswa
magang, bahasa Indonesia dapat semakin dikenal dan dipelajari oleh masyarakat
internasional, termasuk mahasiswa dari negara Mali.
Friday, 29 05 2026
Mengenal Kantin Cek Eka, Tempat Favorit Saat Lapar Tak Bisa Ditunda
Dalam kehidupan di kampus, kantin merupakan salah satu lokasi yang sering dikunjungi oleh mahasiswa. Selain sebagai tempat untuk makan dan beristirahat, kantin juga berfungsi sebagai tempat berkumpul dan berbagi cerita. Salah satu penjual yang dikenal oleh mahasiswa adalah Cek Eka. Dalam wawancara yang dilakukan, Cek Eka berbagi pengalamannya serta suka duka yang dialami selama berjualan di kantin kampus.
Cek Eka menyebutkan bahwa ia telah memulai usaha jualannya di kantin kampus sejak tahun 2010. “Saya sudah berjualan di kantin ini sejak tahun 2010,” ungkapnya. Selama lebih dari sepuluh tahun berbisnis, ia telah berinteraksi dengan banyak mahasiswa dari berbagai angkatan.
Menurutnya, kantin biasanya mulai ramai antara pukul 10 pagi hingga 2 siang. “Kantin biasanya ramai mulai jam 10 sampai jam 2 siang,” tuturnya. Pada jam-jam tersebut, mahasiswa umumnya sedang beristirahat atau baru selesai perkuliahan, sehingga banyak yang datang untuk membeli makanan dan minuman.
Dalam menjalankan usahanya, ia tentu menghadapi beberapa tantangan yang kerap muncul. Salah satu tantangan terbesar dirasakannya saat sistem perkuliahan beralih ke e-learning atau pembelajaran daring. “Pada saat e-learning, pendapatan menurun karena jumlah pembeli berkurang,” jelas Cek Eka. Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut sangat mempengaruhi para pedagang di kantin. “Pendapatan kami menurun karena mahasiswa tidak banyak datang ke kampus,” tambahnya.
Walaupun begitu, Cek Eka tetap berusaha memberikan pelayanan dan masakan terbaik untuk mahasiswa. Ia berharap mahasiswa selalu menyukai rasa masakan yang ditawarkannya. “Semoga mahasiswa suka dengan masakan saya agar tetap jadi pelanggan setia,” ucapnya dengan senyum.
Di samping itu, Cek Eka juga memberikan pendapat mengenai fasilitas di kantin kampus. Ia berpendapat bahwa atap kantin sebaiknya dibuat lebih tinggi untuk mencegah suasana menjadi terlalu panas dan lembab. “Seandainya atapnya bisa sedikit lebih tinggi karena saat ini terlalu rendah, jadi suasananya terasa panas,” katanya.
Bagi Cek Eka, momen paling berkesan selama berjualan di kantin adalah ketika banyak pembeli yang datang. “Ketika pembeli banyak, itu membuat kami senang dan semakin bersemangat untuk berjualan,” tuturnya.
Dari wawancara ini, bisa disimpulkan bahwa para pedagang di kantin memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan kampus. Kehadiran mereka tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari atmosfer dan aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus.
Selengkapnya
Tuesday, 26 05 2026
Kisah Guru Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Kegiatan Pembelajaran Inklusif
Palembang, 22 Mei 2026 — Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Indonesia melakukan kunjungan edukatif ke sekolah tumbuh kembang yang bernama Hasanah Gemilang School. Tujuan diadakannya kunjungan edukatif ini adalah untuk melakukan observasi kepada siswa berkebutuhan khusus. Selain dilakukannya observasi, mahasiswa melakukan wawancara kepada salah satu guru mengenai pengalamannya selama mengajar di Hasanah Gemilang School. Salah satu guru TK, Rahmadini Septiara yang biasa dipanggil dengan nama Tiara, membagikan kisah dan pengalamannya dalam mendidik siswa-siswa berkebutuhan khusus.
Diketahui, ia telah mengajar selama kurang lebih 4 tahun dari tahun 2022 dengan alasan bahwa ia sangat menyukai dunia anak-anak dan panggilan dari dalam hatinya.
“Saya sangat menyukai dunia anak-anak dan juga keinginan untuk mengembangkan kemampuan unik pada setiap anak. Serta panggilan hati yang memang pada awalnya memiliki keterkaitan masuk ke bidang psikologi anak” ujarnya.
Dalam perjalanannya selama 4 tahun, banyak tantangan yang dihadapi olehnya selama ia mengajar anak berkebutuhan khusus. Tantangannya tergantung pada kondusifitas siswanya sendiri yang harus dipantau selama pembelajaran berlangsung.
“Kalo kondusifitas anak terjaga, insyaallah pembelajaran yang didapat oleh anak tersebut akan lebih mudah tersampaikan dengan baik” kata dia.
Dengan melihat kebutuhan dan kemampuan setiap anak yang berbeda-beda, metode pembelajaran yang ia terapkan juga harus disesuaikan dengan setiap kebutuhan dan kemampuan anak. Contohnya, anak yang belum sepenuhnya fokus konsentrasi metode pembelajaran akan berbeda dengan anak yang telah memiliki fokus konsentrasi dengan baik.
Tidak hanya menerapkan metode pembelajaran yang sesuai saja, ia juga harus sabar dan cekatan dalam menangani siswa berkebutuhan khusus jika terjadinya suatu kendala yang mengganggu proses belajar.
Seiring berjalanya proses pembelajaran di Sekolah Inklusif ini, Perkembangannya dari siswa yang awalnya aktif, konsentrasi belum terbentuk, kosa kata masih minim, sekarang perlahan sudah memiliki fokus konsentrasi yang cukup baik, sosial interaksi yang baik di lingkungan belajar, serta kemampuan akademik yang sudah mulai berkembang baik.
“Apalagi fasilitas sekolah sudah mendukung sepenuhnya untuk pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus.”
Dalam upaya meningkatkan perkembangan pembelajaran siswa sekolah memiliki Home Program yang berisi materi tahapan pembelajaran siswa di sekolah, setiap harinya kita selalu melaporkan pencapaian materi atau kendala yang masih ada pada siswa ke orang tua nya.
Orang tua juga diberikan catatan untuk melakukan home program tersebut sesuai dengan tahapan materi anaknya.
“Melalui Pendidikan inklusif, Saya berharap semoga masyarakat lebih peduli, lebih sayang dan lebih perhatian terhadap anaknya yang berkebutuhan khusus. Karna mereka juga memiliki hak yang sama seperti anak normal lainnya di masyarakat."
Pendidikan inklusif dinilai memiliki peran yang sangat penting di masyarakat, karena setiap anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak memperoleh pendidikan yang sama dengan anak-anak lainnya.
Selengkapnya
Saturday, 23 05 2026
Melihat Dunia Pendidikan dari Perspektif Inklusi: Kunjungan Inspiratif Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia Semester 4
Melihat Dunia Pendidikan dari Perspektif Inklusi: Kunjungan Inspiratif Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia Semester 4
Palembang, 22 Mei 2026 —
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia semester 4 melakukan
kunjungan edukatif ke Sekolah Hasanah Gemilang pada Jumat (22/05/2026) pukul
08.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi Mata Kuliah Psikologi
Pendidikan yang membahas mengenai sekolah inklusi. Kegiatan tersebut didampingi
langsung oleh dosen pembimbing sekaligus dosen pengampu mata kuliah, Dr. Hj.
Enny Hidajati, S.S., M.M..
Dalam kunjungan tersebut,
mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai sistem pembelajaran di
sekolah inklusi yang memiliki jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan
Sekolah Dasar (SD). Mahasiswa diajak untuk melihat aktivitas belajar mengajar serta
metode pendampingan yang diterapkan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
Salah satu hal yang
menarik perhatian mahasiswa ialah jumlah siswa yang ditangani guru di dalam
kelas. Di Sekolah Hasanah Gemilang, satu orang guru hanya mendampingi sekitar
satu hingga tiga murid agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih fokus dan
maksimal sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Selain itu, mahasiswa
juga mengetahui bahwa setiap anak memiliki asesmen yang berbeda-beda. Penilaian
dilakukan berdasarkan kemampuan, perkembangan, serta kebutuhan khusus
masing-masing peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusi tidak
menerapkan sistem pembelajaran yang sama untuk seluruh siswa, melainkan
menyesuaikan pendekatan belajar dengan kondisi anak.
Kegiatan ini juga
memperlihatkan adanya kolaborasi yang erat antara guru dan wali murid. Kerja
sama tersebut dilakukan untuk mendukung perkembangan anak, baik dalam proses
belajar maupun kebiasaan sehari-hari. Salah satu contohnya ialah pengaturan
pola makan atau diet anak, seperti mengurangi konsumsi gula berlebih agar
kondisi dan konsentrasi anak tetap terjaga selama mengikuti pembelajaran.
Ketua yayasan sekolah
turut membagikan kisah awal berdirinya sekolah inklusi tersebut. Ia
mengungkapkan bahwa dirinya mendirikan sekolah karena pengalaman pribadi
sebagai orang tua anak berkebutuhan khusus. Menurut pengakuannya, saat mencari
sekolah dan terapi yang sesuai di Kota Palembang, fasilitas yang dibutuhkan
masih sulit ditemukan. Kondisi tersebut mendorongnya untuk merancang sendiri
metode pengajaran dan terapi yang sesuai bagi anaknya.
Dari pengalaman tersebut,
akhirnya lahirlah sistem pembelajaran yang lebih menyesuaikan kebutuhan anak
secara individual. Mahasiswa yang mengikuti kunjungan pun mengaku mendapatkan
banyak wawasan baru mengenai pentingnya pendidikan inklusi, kesabaran pendidik,
serta peran besar keluarga dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan
khusus.
Melalui kegiatan ini,
mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan psikologi pendidikan secara nyata
sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan yang inklusif dan ramah
bagi semua anak.
Wednesday, 20 05 2026
Semangat Baru HIMBI: Sando Resmi Dilantik sebagai Ketua Umum HIMBI Universitas Bina Darma Palembang
Palembang, 23 April 2026
Suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Bina Darma Palembang yang digelar dengan khidmat dan meriah. Dalam kegiatan tersebut, salah satu momen yang menjadi sorotan adalah resmi dilantiknya Sando sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMBI) periode terbaru.
Pelantikan ini menjadi awal baru bagi HIMBI untuk terus berkembang sebagai organisasi yang aktif, kreatif, dan mampu menjadi wadah pengembangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Bersama jajaran pengurus baru, Sando menyampaikan komitmennya untuk membawa HIMBI menjadi organisasi yang lebih solid, inovatif, dan berprestasi.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga awal dari tanggung jawab besar untuk membawa HIMBI menjadi organisasi yang lebih maju dan bermanfaat bagi mahasiswa,” ujar Sando setelah prosesi pelantikan berlangsung.
Acara pelantikan dihadiri oleh dosen, pengurus ormawa, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Bina Darma Palembang. Kehadiran para mahasiswa dengan penuh antusias menunjukkan semangat kebersamaan dan dukungan terhadap kepengurusan baru yang akan menjalankan program kerja ke depan.
Dengan mengusung semangat kebersamaan dan kolaborasi, kepengurusan HIMBI yang baru diharapkan mampu menghadirkan berbagai kegiatan positif, baik dalam bidang akademik, kebahasaan, sastra, maupun pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, HIMBI juga diharapkan dapat menjadi organisasi yang mampu meningkatkan kreativitas dan kualitas mahasiswa Bahasa Indonesia di era modern.
Momentum pelantikan ini sekaligus menjadi simbol regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang siap melanjutkan estafet organisasi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Semangat baru yang dibawa Sando sebagai Ketua Umum HIMBI diharapkan mampu memberikan warna baru dan membawa organisasi menuju pencapaian yang lebih baik.
“Bersama, kita tumbuh, berkarya, dan menginspirasi,” menjadi semangat yang digaungkan dalam pelantikan tersebut sebagai harapan baru untuk perjalanan HIMBI ke depan.
Selengkapnya
Tuesday, 19 05 2026
Rayakan Hari Buku Nasional: Meneladani Jejak Literasi dan Legacy Dr. Hj. Enny Hidajati, S.S., M.M., di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Bina Darma.
Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional (Harbuknas), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia mengajak mahasiswa untuk memperkuat budaya membaca dan menulis sebagai bagian dari penguatan literasi akademik dan pengembangan diri. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Hj. Enny Hidajati, S.S., M.M., dalam sebuah wawancara eksklusif, beliau membagikan perjalanan panjangnya di dunia kepenulisan yang telah terpupuk sejak kecil melalui perpustakaan pribadi sang ayah. Meski sempat vakum, gairah menulis beliau kembali memuncak saat pandemi COVID-19 setelah bertemu dengan berbagai komunitas penulis. Beliau menegaskan bahwa kemampuan menulis bukanlah bakat bawaan semata, melainkan keterampilan yang dapat dilatih oleh siapa saja.
“Semua orang bisa menulis
selama mereka bisa membaca dan bercerita. Yang terpenting adalah berani memulai
dari hal sederhana,” ujarnya.
Dengan
memberi dorongan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ide tulisan dari
pengalaman sehari-hari. Berbagai catatan sederhana seperti voice note, status
media sosial, hingga peristiwa kecil dalam kehidupan dapat dikembangkan menjadi
karya tulis yang bermakna. Selain itu, beliau menjelaskan bahwa menulis juga
berfungsi sebagai sarana rekreasi sekaligus pelepas stres di tengah kesibukan
akademik. Untuk menjaga produktivitas, ide-ide tulisan disimpan dalam “bank
ide” agar dapat diolah kembali di waktu yang lebih senggang.
Produktivitas beliau dalam dunia literasi dibuktikan dengan torehan 58 buku yang telah terbit, terdiri dari 54 buku antologi dan 4 buku solo. Di tengah padatnya aktivitas sebagai motivator dan trainer, beliau tetap konsisten menjaga ritme menulis sebagai bentuk pelepasan stres (stress relief) dan kebutuhan hidup. Di antara berbagai karyanya, terdapat empat buku solo yang menjadi catatan sejarah perjalanannya, yakni kumpulan puisi "Embusan Anginmu", kumpulan cerpen "Lelaki Penari", kumpulan tulisan keluarga "Mata-Mata Cinta", serta kumpulan kata berhikmah "Dalam Rasa yang Berpendaran". Dari semua karya tersebut, buku puisi "Embusan Anginmu" memiliki ikatan emosional paling kuat karena merupakan karya perdana yang diterbitkan secara mandiri.
Di tengah kesibukan menempuh studi S3 dalam tiga tahun terakhir, beliau mengakui adanya penyesuaian skala prioritas. Namun, beliau memiliki strategi unik dengan menyediakan "bank ide" untuk menampung inspirasi yang datang tiba-tiba. Bagi beliau, menulis bukan lagi beban pekerjaan, melainkan sarana pelepasan stres (stress relief).
"Menulis itu rekreasi. Di antara puisi, cerpen, dan
artikel, buku solo pertama berisi 70 puisi tetap menjadi yang paling berkesan
di hati karena itulah karya perdana yang diterbitkan secara mandiri,"
ungkap beliau.
Sebagai pakar bahasa, beliau membagikan tips teknis bagi
para calon penulis. Beliau menyarankan penggunaan "otak kanan" untuk
fokus menuangkan ide tanpa gangguan penyuntingan di awal. Proses self-editing
menggunakan "otak kiri" baru dilakukan setelah naskah diendapkan
selama satu hari agar hasil lebih tajam dan rapi sesuai kaidah PUEBI/EYD.
Menanggapi era digital, beliau berpesan agar mahasiswa tidak meninggalkan buku fisik. Menurut beliau, aktivitas menyentuh kertas dan mencoretkan catatan memberikan memori yang lebih kuat dibandingkan membaca lewat layar yang cenderung mudah terlupakan. Beliau juga mematahkan mitos bahwa menulis hanya untuk mereka yang berbakat. "Niat dan keinginan itu sudah 50% keberhasilan. Mengarang itu gampang; apa yang kita bicarakan di voice note atau status media sosial bisa menjadi karya utuh jika ada kemauan," tambah beliau.
Bagi beliau, menulis adalah cara seorang pendidik melampaui batas waktu kelas. Jika penjelasan lisan akan hilang seiring bergantinya generasi, maka tulisan berfungsi mengkristalkan hikmah agar tetap abadi. Melalui tulisan, seseorang dapat mewariskan pemikiran yang kemanfaatannya terus dinikmati oleh generasi mendatang sebagai sebuah legacy.
Selengkapnya
Wednesday, 13 05 2026
Mahasiswa PPG Universitas Bina Darma Sukses Bimbing Drama Kreatif Siswa SMA Negeri 8 Palembang
Siswa
SMA Negeri 8 Palembang sukses menampilkan
pementasan drama kreatif yang dibimbing langsung oleh mahasiswa PPG Pendidikan
Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma.
Kegiatan tersebut berlangsung di kelas
XI.4 dan XI.8 yang telah disiapkan menjadi panggung pertunjukan yang menarik.
Pementasan drama ini dilaksanakan pada tanggal tanggal 23 dan 27 April 2026,
setelah melalui beberapa tahapan latihan yang cukup intensif dalam beberapa
minggu sebelumnya.
Drama
yang dipentaskan mengangkat tema keberagaman budaya Nusantara dengan judul
“Jaka Tarub”, “Cindelaras”, dan “Sawunggaling”. Ketiga cerita tersebut dipilih
karena memiliki nilai moral, budaya, dan sejarah yang relevan untuk
pembelajaran siswa.
Kegiatan
ini melibatkan siswa kelas XI.4 dan XI.8 sebagai pemeran utama, dan mahasiswa
PPG sebagai pembimbing. Sementara itu, kelas XI.7 dan XI.9 belum memasuki tahap
pementasan drama karena materi pembelajaran yang berbeda.
Kegiatan
drama dibimbing oleh enam mahasiswa PPG Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma, yaitu Dalu Ahmad Yani,
Sriyanti, Tesha Rizki Imelda, Zahra Firlia, Meita Anjani Puteri, dan Suci
Indriani, mendampingi siswa mulai dari tahap perencanaan, latihan dialog,
penghayatan karakter, gladi bersih, hingga pelaksanaan pementasan di atas
panggung.
Menurut
Dalu Ahmad Yani manfaat kegiatan drama ini sangat besar.
“Selain
meningkatkan rasa percaya diri, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi,
kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami peran dan
alur cerita,” katanya.
Suasana
saat pementasan berlangsung sangat meriah dan penuh antusiasme. Penonton
terlihat menikmati setiap adegan, dan para siswa juga tampil dengan penuh
semangat serta penghayatan yang baik. penampilan siswa dapat dinilai berhasil
dan sangat menghibur. Mereka mampu membawakan cerita dengan baik, menampilkan
ekspresi yang sesuai, serta memberikan kesan positif bagi para penonton yang
hadir.
Wednesday, 13 05 2026
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UBD Asah Kompetensi Melalui Program Magang di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma (UBD) mengikuti program magang di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan sebagai upaya mengembangkan kemampuan dan pengalaman di bidang kebahasaan. Program magang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung sekaligus meningkatkan keterampilan berbahasa dan profesionalitas kerja. Salah satu peserta magang, Muhammad Agustian, mahasiswa semester 6 angkatan 2023, mengungkapkan bahwa dirinya memilih magang di Balai Bahasa karena tertarik dengan penelitian yang berkaitan dengan bahasa serta ingin mengasah kemampuan di bidang kebahasaan.
“Saya tertarik
dengan penelitian yang mengarah ke bahasa dan tempat yang paling tepat dan
efektif untuk mengasah keterampilan saya di bidang bahasa, baik menulis maupun
berbicara, ialah dengan magang di Balai Bahasa,” ujarnya.
Selama menjalani program magang, mahasiswa tidak hanya mempelajari linguistik, tetapi juga dibagi menjadi beberapa tim kerja, yaitu pelindungan bahasa dan sastra, pengembangan bahasa dan sastra, serta pembinaan bahasa dan sastra. Muhammad Agustian sendiri tergabung dalam tim pelindungan bahasa dan sastra. Menurutnya, pengalaman yang paling berkesan adalah melihat kemampuan berbahasa para pegawai di Balai Bahasa yang sangat baik dan profesional. Hal tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang bahasa dan sastra.
“Banyak
keterampilan yang berkembang, mulai dari keterampilan menulis, berbicara,
hingga memahami sastra dan budaya,” tambahnya.
Ia juga mengaku
bahwa program magang ini sangat membantu dalam memahami dunia kerja karena
profesionalitas yang diterapkan di lingkungan Balai Bahasa sangat tinggi.
“Saya berharap ke
depannya banyak adik-adik tingkat yang tertarik magang di sini,” katanya.
Selain Muhammad
Agustian, peserta magang lainnya, Amanda Mutiara, juga merasakan banyak manfaat
selama mengikuti program magang tersebut. Mahasiswa semester 6 angkatan 2023
itu mengaku memilih magang di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan karena
ingin menambah pengalaman di bidang kebahasaan, meningkatkan kemampuan
komunikasi, serta memahami peran lembaga bahasa dalam pelestarian dan
pengembangan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.
“Saya memilih
magang di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan karena ingin menambah
pengalaman di bidang kebahasaan, meningkatkan kemampuan komunikasi dan
administrasi, serta memahami secara langsung peran lembaga bahasa dalam
pelestarian dan pengembangan bahasa Indonesia dan daerah,” ujarnya.
Selama
magang, Amanda turut membantu kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa
Indonesia bagi mahasiswa di Kota Palembang yang dilaksanakan di Hotel Grand
Duta Syariah. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama saat
terlibat langsung dalam kegiatan kebahasaan bersama para pegawai di Balai
Bahasa.
“Pengalaman
yang paling berkesan selama magang adalah saat ikut membantu kegiatan
kebahasaan dan bekerja langsung bersama pegawai kantor. Dari kegiatan tersebut,
saya belajar cara bekerja secara disiplin, berkomunikasi dengan baik, serta
memahami penggunaan bahasa Indonesia yang benar dalam dunia kerja,” katanya.
Amanda
juga mengatakan bahwa keterampilan kerja sama tim dan pengelolaan administrasi
semakin berkembang setelah mengikuti program magang tersebut.
“Keterampilan
yang paling berkembang setelah mengikuti magang adalah kemampuan kerja sama tim
dan pengelolaan administrasi. Selain itu, saya juga menjadi lebih teliti dalam
menyusun dokumen dan lebih disiplin dalam bekerja,” tambahnya.
Menurut
Amanda, program magang ini sangat membantu mahasiswa dalam memahami dunia kerja
di bidang bahasa dan pendidikan.
“Harapan
saya setelah mengikuti program magang ini adalah dapat menerapkan ilmu dan
pengalaman yang telah diperoleh ke dunia kerja maupun pendidikan,” tutupnya.
Program magang di
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan menjadi pengalaman berharga bagi
mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UBD dalam mengembangkan kemampuan
akademik maupun profesional. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu
menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam dunia kerja nyata
serta menjadi generasi yang siap bersaing di bidang bahasa dan pendidikan.
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12 Plaju Palembang, Sumatera Selatan, 30264
universitas@binadarma.ac.id