UPDATE INFO PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Melihat Dunia Pendidikan dari Perspektif Inklusi: Kunjungan Inspiratif Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia Semester 4
Saturday, 23 05 2026
Melihat Dunia Pendidikan dari Perspektif Inklusi: Kunjungan Inspiratif Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia Semester 4
Melihat Dunia Pendidikan dari Perspektif Inklusi: Kunjungan Inspiratif Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia Semester 4
Palembang, 22 Mei 2026 —
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia semester 4 melakukan
kunjungan edukatif ke Sekolah Hasanah Gemilang pada Jumat (22/05/2026) pukul
08.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi Mata Kuliah Psikologi
Pendidikan yang membahas mengenai sekolah inklusi. Kegiatan tersebut didampingi
langsung oleh dosen pembimbing sekaligus dosen pengampu mata kuliah, Dr. Hj.
Enny Hidajati, S.S., M.M..
Dalam kunjungan tersebut,
mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai sistem pembelajaran di
sekolah inklusi yang memiliki jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan
Sekolah Dasar (SD). Mahasiswa diajak untuk melihat aktivitas belajar mengajar serta
metode pendampingan yang diterapkan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
Salah satu hal yang
menarik perhatian mahasiswa ialah jumlah siswa yang ditangani guru di dalam
kelas. Di Sekolah Hasanah Gemilang, satu orang guru hanya mendampingi sekitar
satu hingga tiga murid agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih fokus dan
maksimal sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Selain itu, mahasiswa
juga mengetahui bahwa setiap anak memiliki asesmen yang berbeda-beda. Penilaian
dilakukan berdasarkan kemampuan, perkembangan, serta kebutuhan khusus
masing-masing peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusi tidak
menerapkan sistem pembelajaran yang sama untuk seluruh siswa, melainkan
menyesuaikan pendekatan belajar dengan kondisi anak.
Kegiatan ini juga
memperlihatkan adanya kolaborasi yang erat antara guru dan wali murid. Kerja
sama tersebut dilakukan untuk mendukung perkembangan anak, baik dalam proses
belajar maupun kebiasaan sehari-hari. Salah satu contohnya ialah pengaturan
pola makan atau diet anak, seperti mengurangi konsumsi gula berlebih agar
kondisi dan konsentrasi anak tetap terjaga selama mengikuti pembelajaran.
Ketua yayasan sekolah
turut membagikan kisah awal berdirinya sekolah inklusi tersebut. Ia
mengungkapkan bahwa dirinya mendirikan sekolah karena pengalaman pribadi
sebagai orang tua anak berkebutuhan khusus. Menurut pengakuannya, saat mencari
sekolah dan terapi yang sesuai di Kota Palembang, fasilitas yang dibutuhkan
masih sulit ditemukan. Kondisi tersebut mendorongnya untuk merancang sendiri
metode pengajaran dan terapi yang sesuai bagi anaknya.
Dari pengalaman tersebut,
akhirnya lahirlah sistem pembelajaran yang lebih menyesuaikan kebutuhan anak
secara individual. Mahasiswa yang mengikuti kunjungan pun mengaku mendapatkan
banyak wawasan baru mengenai pentingnya pendidikan inklusi, kesabaran pendidik,
serta peran besar keluarga dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan
khusus.
Melalui kegiatan ini,
mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan psikologi pendidikan secara nyata
sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan yang inklusif dan ramah
bagi semua anak.
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12 Plaju Palembang, Sumatera Selatan, 30264
universitas@binadarma.ac.id