UPDATE INFO PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Mengenal Kantin Cek Eka, Tempat Favorit Saat Lapar Tak Bisa Ditunda
Friday, 29 05 2026
Mengenal Kantin Cek Eka, Tempat Favorit Saat Lapar Tak Bisa Ditunda
Dalam kehidupan di kampus, kantin merupakan salah satu lokasi yang sering dikunjungi oleh mahasiswa. Selain sebagai tempat untuk makan dan beristirahat, kantin juga berfungsi sebagai tempat berkumpul dan berbagi cerita. Salah satu penjual yang dikenal oleh mahasiswa adalah Cek Eka. Dalam wawancara yang dilakukan, Cek Eka berbagi pengalamannya serta suka duka yang dialami selama berjualan di kantin kampus.
Cek Eka menyebutkan bahwa ia telah memulai usaha jualannya di kantin kampus sejak tahun 2010. “Saya sudah berjualan di kantin ini sejak tahun 2010,” ungkapnya. Selama lebih dari sepuluh tahun berbisnis, ia telah berinteraksi dengan banyak mahasiswa dari berbagai angkatan.
Menurutnya, kantin biasanya mulai ramai antara pukul 10 pagi hingga 2 siang. “Kantin biasanya ramai mulai jam 10 sampai jam 2 siang,” tuturnya. Pada jam-jam tersebut, mahasiswa umumnya sedang beristirahat atau baru selesai perkuliahan, sehingga banyak yang datang untuk membeli makanan dan minuman.
Dalam menjalankan usahanya, ia tentu menghadapi beberapa tantangan yang kerap muncul. Salah satu tantangan terbesar dirasakannya saat sistem perkuliahan beralih ke e-learning atau pembelajaran daring. “Pada saat e-learning, pendapatan menurun karena jumlah pembeli berkurang,” jelas Cek Eka. Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut sangat mempengaruhi para pedagang di kantin. “Pendapatan kami menurun karena mahasiswa tidak banyak datang ke kampus,” tambahnya.
Walaupun begitu, Cek Eka tetap berusaha memberikan pelayanan dan masakan terbaik untuk mahasiswa. Ia berharap mahasiswa selalu menyukai rasa masakan yang ditawarkannya. “Semoga mahasiswa suka dengan masakan saya agar tetap jadi pelanggan setia,” ucapnya dengan senyum.
Di samping itu, Cek Eka juga memberikan pendapat mengenai fasilitas di kantin kampus. Ia berpendapat bahwa atap kantin sebaiknya dibuat lebih tinggi untuk mencegah suasana menjadi terlalu panas dan lembab. “Seandainya atapnya bisa sedikit lebih tinggi karena saat ini terlalu rendah, jadi suasananya terasa panas,” katanya.
Bagi Cek Eka, momen paling berkesan selama berjualan di kantin adalah ketika banyak pembeli yang datang. “Ketika pembeli banyak, itu membuat kami senang dan semakin bersemangat untuk berjualan,” tuturnya.
Dari wawancara ini, bisa disimpulkan bahwa para pedagang di kantin memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan kampus. Kehadiran mereka tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari atmosfer dan aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus.
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12 Plaju Palembang, Sumatera Selatan, 30264
universitas@binadarma.ac.id